Join for FREE | Take the Tour Lost Password?
[x]

deviantART

 

Super Normal

Sat Oct 31, 2009, 6:33 PM
  • Mood: Dumbfounded
  • Listening to: nature's sound from my windows
  • Reading: what do picture want?
  • Watching: myself naked!
  • Playing: with lines
  • Eating: Mr. Potato
  • Drinking: water
Jasper Morrison & Naoto Fusakawa menelurkan istilah Super Normal utk karya2 visual semisal fotografi yg menampilkan gambar apa adanya, begitu biasanya dan terlalu biasa.

Listening to comics

Thu Aug 13, 2009, 4:23 AM
  • Mood: Dumbfounded
  • Listening to: nature's sound from my windows
  • Reading: what do picture want?
  • Watching: myself naked!
  • Playing: with lines
  • Eating: Mr. Potato
  • Drinking: water
Kamu melihat gambar komik, kamu membacanya dengan penuh minat, kamu tertawa, gembira, sedih dan menangis bersama alunan kisahnya. Adakah kamu sadar kalau selama ini kamu sedang mendengarkan 'komik' berbicara pada-mu?

Kemewaktuan dalam komik

Sat Jun 13, 2009, 2:07 AM
  • Mood: Dumbfounded
  • Listening to: nature's sound from my windows
  • Reading: what do picture want?
  • Watching: myself naked!
  • Playing: with lines
  • Eating: Mr. Potato
  • Drinking: water
Dulu sekali pernah membuat presentasi ttg komik. Tadi lihat2 kembali beberapa
lembar dari komik2 Calvin Hobbes.

Ada yg menarik ttg 'waktu' atau timing dalam membaca komik, dan kemewaktuan dalam komik itu sendiri.
Di akhir salah satu cerita, Calvin berkata,"Ever notice how time slows down during a catasthrope?"
sementara itu Hobbes menyeletuk,"Sighhh.. and good times are always over so fast."

Ini benar2 seperti yg dibincangkan oleh Heidegger ttg 'waktu' dan Sein und Zeit (being and time). Komik mempunyai tempat utk membaca waktu secara unik. Ada yg dapat membaca komik dengan cepat 2 jam selesai, tetapi ada juga yg membacanya secara perlahan 2-3 hari baru selesai. Sementara itu komikus maupun komik itu sendiri tidak menerapkan waktu yg objektif di dalamnya.
jadi, seorang pembaca komik bisa saja mempunyai penghayatan akan waktu yg berbeda dgn si pembuat komik, dan bahkan antara satu pembaca dengan pembaca dapat mempunyai penghayatan akan waktu yg berbeda.

Dengan begitu ketika membaca komik, manusia (dasein) dapat mengalami suasana hati(stimmung) sehingga ia mewaktu (zeitlich) dan bila itu terjadi ia dapat menjadi otentik dengan menjadi terbuka pada Ada-nya. Jadi selain sebagai hiburan atau eskapisme, ternyata komik dapat memberikan kesempatan pada seseorang utk menghayati waktu dan menjadi otentik barang sejenak.

Pameran We're All Millionaires

Sun May 31, 2009, 3:57 AM
  • Mood: Dumbfounded
  • Listening to: nature's sound from my windows
  • Reading: what do picture want?
  • Watching: myself naked!
  • Playing: with lines
  • Eating: Mr. Potato
  • Drinking: water
Permisi numpang kirim berita.
Ada pameran seni campur sari. Kebetulan ikutan tp sayang saya ndak bisa hadir, tapi berharap teman2 ada yg mau membeli barang satu atau dua karya saya yg ikut di pamerkan. Harganya maen dipukul rata sejuta rupiah per buah. Meskipun bukan karya komik tp coretan2 saya diinspirasikan oleh komik-komik.
Ayolah, belilah beli beli hehe... supaya ada cukup dana utk ngirim pulang karya2 yg tersisa nantinya. hehe... Makasih

We're All Millionaires is a group show of artworks that are to be sold for 1 Juta Rupiah. The exhibition concept aims to poke fun at the cultural misconceptions of the term "millionaire", and address the oddities of art economics and ownership status.

[link]

expression in visual representation of comics

Sun May 10, 2009, 6:42 PM
  • Mood: Dumbfounded
  • Listening to: nature's sound from my windows
  • Reading: what do picture want?
  • Watching: myself naked!
  • Playing: with lines
  • Eating: Mr. Potato
  • Drinking: water
Um.., sedikit mengenai penulisan tesis dari riset komik yang sedang dilakonin. Studi tentang representasi visual dalam komik kontemporer yang terdapat di dalam majalah2 komik di sini. Penelusuran dilakukan untuk mendapatkan gambaran ekspresi komik-komik tersebut.
Kata kunci yang harus disandikan dulu diantaranya visual, representasi, ekspresi, gambar. Pertama-tama mau meng-invalid-kan dulu persoalan mencari identitas dalam komnik. Kemudian mengonsepkan apa definisi komik tanpa mau terjebak dengan bentuk atau forma, tetapi lebih kepada konsep idea komik itu sendiri.
Setelah itu mempreteli satu-satu kata-kata kunci diatas, lalu menyusun taksonomi ekspresi komik-komik yang diteliti. Dilanjutkan dengan menganalisa, membahasakan, mendeskripsikannya dengan teoridan filasat yg berhubungan dengan seni, representasi, ekspresi dan tentu saja teori komik.

Baru selesai dengan satu bagian kecil sebanyak 13 halaman membahas ttg 'drawing(s)': I draw therefore I am, yg mudah2an akan dibentangkan di acara seminar seni rupa di ITB, bandung, bulan juni depan. Tulisan itu sebenarnya dibuat hanya untuk brainstorming butiran pikiran, ya, sekedar brain exercise, mudah2an ada manfaatnya.

Site Map